Angry Birds ala InkScape

Kali ini saya minta Libby untuk mengajarkan menggunakan InkScape. Saya ingin bisa menggambar sendiri! Jadi, kalau butuh gambar, nggak perlu nodong Libby terus dan cuma melototin dia kerja sementara saya bengong. Ohh, dan ini pakai InkScape lho!

Sore yang cerah dikantin kampus. Ramai, seperti biasanya, karena masih jam kuliah (untuk kelas malam) Nah, mumpung si Libby nganggur, sekalian aja aku todongin buat ngajarin gambar pakai InkScape. Ada yang belum tahu apa itu InkScape? Errr… Oke, sepertinya mulai sekarang saya akan lebih banyak dan sering membahas open source software disini. Kalau masih belum tahu apa itu open-source software, silahkan gugling sendiri 8-} Oh iya, Libby sedikit menulis tentang InkScape versi terbaru di blognya. Silahkan baca,,, *ngiklan*

InkScape adalah editor gambar yang bisa digunakan untuk membuat gambar-gambar vektor. Di sistem operasi berbayar seperti Microsoft Windows, biasanya orang-orang menggunakan CorelDraw. Tapi tentu saja, software editor ini proprietary alias tidak gratis. Dan harganya, ummmm, terbilang sangat mahal untuk ukuran mahasiswa seperti saya. Membeli sistem operasi propietary nya saja masih nodong ortu! :)) Duh, lospokus! Nah, jadi si InkScape ini adalah editor gambar yang sama seperti CorelDraw. Hanya saja, GRATIS dan bebas dikembangkan siapapun. Jangan bilang fiturnya jelek karena gratisan, lho! Komik seperti Chickenstrip saja dibuat di InkScape, koq! Nggak kalah dengan CorelDraw atau Adobe Illustrator deh.

Nah, kali ini saya minta Libby saya untuk mengajarkan menggunakan InkScape. Saya ingin bisa menggambar sendiri! Jadi, kalau butuh gambar, nggak perlu nodong Libby terus dan cuma melototin dia kerja sementara saya bengong. Halah, lospokus lagi! *tampar-tampar pipi sendiri* Saya minta diajarkan membuat karakter burung merah dari game Angry Birds yang sedang terkenal itu… ;)) Kenapa? Saya sukaaaaaa sekali dengan karakter burung-burung didalamnya. Kekekeke…

klik untuk memperbesar

Tools yang saya gunakan di InkScape juga tidak banyak koq! Tidak sampai sepuluh. Tools itu antara lain :

  • Bezier tool

  • Shapes tool

  • Edit Node

  • Select and Transform Object

  • Object Path, dan

  • Break Apart

Tuh kan, sedikit banget tools yang saya pakai. Dan hasilnya, sudah maksimal *untuk saat ini* buat saya. Mau lihat? Nih nih… :-p *pamer banget*

Dan ternyataaaaa……… Sekarang ada PLUSH DOLL ANGRY BIRDS!! :(( Pengeeeennn….. Kapan yaa bisa beli, kalo satu boneka saja harganya hampir $15.. Hiks.. Semoga ada yang segera khilaf untuk membelikanku boneka itu.. =))


Perbedaan Tipe Gambar JPG, PNG, dan GIF

Semakin hari, format gambar digital bertambah semakin banyak dengan fungsi dan bentuknya masing-masing. JPG, PNG, dan GIF adalah beberapa dari jenis format yang paling umum digunakan. Tapi, apa perbedaan masing-masing format itu?

Semakin hari, format gambar digital bertambah semakin banyak dengan fungsi dan bentuknya masing-masing. JPG, PNG, dan GIF adalah beberapa dari jenis format yang paling umum digunakan. Tapi, apa perbedaan masing-masing format itu?

Ketiga format gambar digital ini jadi yang paling populer karena kompatibilitas nya dengan perambah (browser) modern, kecepatan internet broadband, dan kebutuhan rata-rata pengguna. Yuk, kita buka satu per satu kelebihan dan kelemahan masing-masing format gambar digital ini… ;-)


JPG (Joint Photographic Experts Group)

JPG adalah jenis data yang dikembangkan oleh Joint Photographic Experts Group (JPEG) yang dijadikan standar untuk para fotografer profesional. Seperti metode yang digunakan oleh format ZIP yang digunakan untuk menemukan pengulangan (redundancy) dalam data untuk kemudian dikompresi, JPG mengompresi data gambar dengan cara mengurangi bagian-bagian dari gambar untuk memblok pixel dalam gambar tersebut. Kompresi JPG mempunyai kekurangan yang bersifat permanen, namun teknologi ini hanya digunakan untuk menyimpan data yang besar di media penyimpanan yang terbatas, bukan untuk manipulasi foto.

JPG sudah digunakan dan menjadi standar gambar di internet karena ia bisa dikompresi hingga ukuran kecil. Data JPG tertentu bisa dikompres dengan rasio perbandingan 2:1 sampai paling tinggi 100:1, tergantung pengaturan yang anda berikan. Sewaktu koneksi internet yang tersedia di bumi ini masih berupa koneksi dial-up, JPG adalah satu-satunya jenis data yang bisa dikirimkan dan dilihat secara bebas. Wah, saya jadi ingat ketika masih kelas 2 SMP, saya mencoba untuk mengunduh foto dari teman saya berukuran sekitar 640×480 itu saya butuh waktu 2-3 jam. ;)) Sekarang sih, mengunduh data 600an MB hanya sekitar 1 jam b-)





gambar JPG yang pecah2




Namun karena sifat lossy yang dimiliki JPG, maka format gambar ini tidak terlalu baik untuk digunakan menyimpan gambar pajangan atau artistik. Sekalipun kualitas tertinggi JPG itu terkompresi, akan mengubah tampilan gambar anda, sekalipun hanya sedikit. Sayang, kan? JPG juga bukan media ideal untuk penggunaan typography, crisp line, atau bahkan hasil fotografi dengan sudut yang tajam, karena obyek itu kadang menjadi samar/blur. Memang sih, lebih enak karena file ini sangat umum dan sudah sangat memasyarakat.

JPG mendukung 24-bit RGB dan CMYK, dan 8-bit Grayscale. Saya pribadi tidak menyarankan anda menggunakan palet CMYK dalam format JPG. Perlu dicatat juga bahwa Grayscale tidak banyak dikompres jika dibandingkan dengan versi berwarnanya.


GIF (Graphics Interchange Format)

GIF, sama seperti JPG, adalah format gambar lawas, dan salah satu yang umum dipakai di internet, berkebalikan dengan fotografi. GIF adalah kepanjangan dari Graphics Interchange Format dan sama-sama memiliki kompresi seperti format gambar TIFF. Teknologi ini pernah kontroversial karena isu pemaksaan hak paten tapi akhirnya beres juga karena semua paten yang didaftarkan sudah habis masa aktifnya. Kayak pulsa telpon seluler saja ya.. ;))





8-bit GIF




GIF secara alami adalah gambar dengan 8-bit warna, berarti mereka dibatasi oleh palet sebanyak 256 jenis warna, yang dapat dipilih dari model RGB dan disimpan ke Color Look Up Tablet (CLUT), atau sederhananya “Color Table“. Mereka itu sejatinya adalah palet warna standar, seperti palet “Web Safe“. Catatan penting : gambar Grayscale memiliki palet 8-bit juga, jadi sah-sah saja/sebaiknya disimpan dalam format GIF.

Jauh dari dukungan transparency, GIF ternyata mendukung animasi gambar, yang membatasi tiap frame nya pada 256 warna standar. Dan karena sifatnya yang tidak pecah-pecah, GIF bisa digunakan untuk menjaga baris dalam tipografi tetap rapi, dan juga bentuk-bentuk geometri, tapi sebaiknya menggunakan format yang memang diperuntukkan bagi vektor grafis seperti SVG atau AI (Adobe Illustrator).

GIF tidak cocok untuk digunakan dalam fotografi modern, atau untuk penyimpanan data gambar yang terbatas. Pada ukuran kecil dengan tabel warna yang sangat terbatas, gambar GIF dapat berukuran lebih kecil daripada JPG. Tapi dalam ukuran yang umum, gambar dengan format JPG dapat berukuran lebih kecil dibanding GIF. Jadi sebaiknya menggunakan JPG saja. :-)


PNG (Portable Network Graphics)

PNG adalah kepanjangan dari Portable Network Graphics atau bisa diplesetkan menjadi “PNG-Not-GIF“. Dikembangkan sebagai alternatif lain untuk GIF, yang menggunakan paten dari LZW–algoritma kompresi. PNG adalah format gambar yang sangat baik untuk grafis internet, karena mendukung transparansi didalam perambah (browser) dan memiliki keindahan tersendiri yang tidak bisa diberikan GIF atau bahkan JPG. Mau bukti? Gambar dibawah ini adalah satu gambar dengan latar belakang transparan. Klik kanan saja untuk melihatnya. Tapi, saya memberikan sentuhan warna pada latar belakangnya untuk membedakan.

Karena sifat transparannya yang tidak pecah-pecah, PNG yang masuk kelas 24-bit ini cocok untuk membuat skrinsyut. Ia bisa mereproduksi gambar desktop dari tiap piksel ke piksel secara detil. PNG juga mendukung kelas 8-bit seperti GIF, sekaligus 24-bit seperti JPG. Ia juga tidak pecah-pecah, bisa mengkompresi gambar dari proses fotografi tanpa banyak mengurangi kualitas gambarnya. Namun PNG cukup besar ukurannya diantara ketiga format gambar yang saya bahas kali ini, serta tidak didukung oleh perambah lawas.


Kesimpulannya :

  • PNG adalah pilihan baik untuk gambar yang memiliki bagian transparan, juga tidak pecah-pecah, dan ukurannya cukup kecil. Untuk ukuran yang lebih besar, jika anda menginginkan kualitas yang lebih.
  • GIF pada umumnya digunakan untuk gambar animasi dan dapat memproduksi gambar 8-bit yang kecil.
  • JPG masih menguasai format gambar untuk fotografi dan gambar-foto yang digunakan di internet, tapi berhati-hatilah, karena kualitas gambar anda semakin dikompres maka semakin pecah. :-)

Cara Menulis Efektif

Apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pembaca, pada umumnya? Ternyata, ada bermacam hal yang coba dihindari oleh mereka ketika membaca. Dan ada juga beberapa faktor yang akan membuat mereka mau membacanya, tanpa mempedulikan judul yang tertera. Kira-kira apa saja yaaa… Menulis–tidak hanya menjadi salah satu sumber pendapatan yang tinggi, namun juga menjadi sebuah seni …

Apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pembaca, pada umumnya? Ternyata, ada bermacam hal yang coba dihindari oleh mereka ketika membaca. Dan ada juga beberapa faktor yang akan membuat mereka mau membacanya, tanpa mempedulikan judul yang tertera. Kira-kira apa saja yaaa… :-)

Menulis–tidak hanya menjadi salah satu sumber pendapatan yang tinggi, namun juga menjadi sebuah seni yang harus dibuat mendekati sempurna dengan setiap kata dan kalimat didalamnya. Berikut ini beberapa contoh yang saya ambil dari penulis-penulis besar yang ada :

#1. Hindari Pengulangan Kata

Perhatikan kata yang sudah pernah ditulis didepan, di awal paragraf, dan di akhir kalimat yang terus-terus mengulang hal yang sama, bahkan kalimat yang sama pula. Well, itu akan membuat sebal pembaca, tentu saja.

#2. Gunakan Kata-kata Yang Tepat

Kata-kata diciptakan untuk menyusutkan frase-frase yang ada, sehingga menjadi lebih tepat sasaran dan makna. Nggak perlu berputar-putar hanya untuk menuangkannya kedalam tulisan. Jika terlalu panjang malah annoying. :-s

#3. ‘Anda’ Lebih Penting Daripada ‘Kami’

Kamu adalah penulisnya–namun pembaca akan merasa lebih percaya diri saat membaca tulisanmu jika kamu berada jauuuhh dari tempat itu dan tidak berada diantara mereka. Katakan “website kamu akan kelihatan lebih bagus dengan tambahan plugin ini..” ketimbang kamu berkata “website kita akan kelihatan bagus dengan plugin ini..” Disamping itu, penggunaan kata ANDA lebih sopan.

Katakan pada pembacamu tentang hal-hal yang membuat mereka merasa hidupnya lebih baik dalam banyak hal. Buat mereka merasa penting, karena mereka memang penting! (Beneran deh, anda itu penting!)

#4. Jangan Memerintah, Hanya Menyarankan

Pembacamu tentu saja tidak ingin diperintah. Hei, siapa kamu punya hak untuk memerintah mereka? Daripada mengatakan “Gunakan tools ini” lebih baik berkata “Saya rasa tool ini jauh lebih bermanfaat“. Walaupun kedua frase tersebut merujuk pada penggunaan alat “yang bermanfaat” namun pilihan kedua akan membuat pembaca merasa bahwa alat tersebut benar-benar bermanfaat, dan mungkin kemudian mereka akan menggunakannya.

Setiap orang memiliki ego atau harga diri yang ingin dijaga, dan itu terjadi pula disini. Kalimat yang menyarankan (deklaratif) akan lebih disukai ketimbang kalimat perintah.

#5. Kalimat Bagus, Diingat Lebih Bagus

Buat kata-katamu lebih powerful, sehingga kamu tak perlu mengulang-ulang pengucapannya di kalimat lain. Melakukan hal ini akan membuatmu lulus dari tips no. #1 ;)) Kebanyakan orang lebih suka mengutip kalimat dari film, atau dari buku, karena hal ini akan lebih mengena dan tidak mudah dilupakan begitu saja. Simpan baik-baik bahwa kata-kata yang kuat terkadang ditentukan oleh kata atau kalimat sebelumnya, atau sesudahnya.

#6. Buat Pembaca Berimajinasi

Sebaiknya kamu tidak langsung menuliskan keseluruhan ide tulisanmu di paragraf pertama. Tambahkan sedikit nuansa ‘mistis‘. Buat pembaca bertanya-tanya, buat mereka terkesima, dan mereka akan ketagihan lalu menginginkan lagi, lagi dan lagi. Didalam novel, hal ini disebut “page-turner” atau bisa disebut pemicu pembaca untuk membuka halaman selanjutnya sampai akhir. Didalam blog, ini yang membuat pembaca betah untuk menyelesaikan membaca hingga akhir. Mengapa? Karena penasaran ;-)

#7. Menggunakan Kata Kiasan

Biasanya ketika seorang penulis menjelaskan suatu hal yang sangat kompleks, ada kekhawatiran bahwa hal tersebut akan membuat pembaca benar-benar bosan. Gunakan bahasa yang bisa menganalogikan kalimat-kalimat rumit agar lebih mudah dipahami. Yang saya sebut sebagai membosankan adalah seperti berusaha memahami arti dari pajak pendapatan yang dijelaskan dengan kalimat rumit, namun sebenarnya bisa dijelaskan dengan kalimat “itu adalah kontribusi yang kamu berikan kepada pemerintah untuk membantu keuangan negara” :d

#8. Beri Sedikit Sentuhan Humor

Kamu bisa menambahkan sedikit humor dalam tulisanmu untuk sedikit menceriakan subyek yang ada didalamnya dan membuat pembaca merasa dimudahkan olehmu dalam memahami. Tapi hal ini jangan dipakasakan, biarkan ia muncul secara alami saja. Orang berhak tersenyum saat membaca, dan mereka akan menyukaimu karena telah membuat hari kelabu mereka menjadi sedikit ceria karena membaca tulisanmu. Dan juga karena kamu buru-buru membaca ini, maka kamu melupakan tips no. #5 Kan poinnya sama. Nah, sekarang kamu tersenyum kan? :))

#9. Cobalah Dulu Sebelum Menyarankan

Tidak ada yang mengalahkan pengalaman. Saya tidak akan menyarankan hal-hal yang belum pernah saya lakukan dan buktikan kepada pembaca saya. Saya takut ketika mebaca komentar “!@#$%^&*()_+ saranmu mengacaukan seluruh proses developnya!!!” didalam kotak komentar saya, atau membaca “Itu sih basi banget!” Kredibilitasmu sebagai seorang penulis berada dalam setiap kata, setiap kalimat yang kamu tulis, dan bisa menuai kritik yang banyak darinya. Jadi, sebaiknya kamu berhati-hati dan berbagilah hanya hal-hal yang sudah pernah kamu coba sebelumnya, atau memang sudah kamu pahami dengan benar, sekalipun hanya teorinya saja ;-)

#10. Baca Tulisan Orang Lain

Melakukan hal ini tidak hanya membuat pengetahuanmu bertambah tentang hal-hal yang baru saja terjadi, tapi ia juga memberimu ide tentang apa yang ingin orang baca dan apa yang ingon orang hindari. Sebenarnya tidak ada hal seperti “aku tidak mendapatkan apa-apa dari sana” karena kamu baru saja mendapatkannya, dan kamu baru saja belajar bahwa hal tersebut tidak efektif, kan? :d


#Tip Tambahan : Jika Ada Yang Kurang, Silahkan Ditambahkan

Akhirnya, ketika kamu sudah bisa mengaplikasikan tips-tips diatas sedikit demi sedikit kamu menciptakan gayamu sendiri diantara ribuan dan jutaan pembaca yang ada di world wide web. Mereka akan tahu siapa kamu berdasarkan dari apa yang sudah kamu tulis. Sangat berharga, dan tak ternilai harganya, bukan? ;;)

Pesta Blogger+ 2010

Sedikit cerita di Pesta Blogger+ 2010. Jakarta, 30 Oktober 2010.

Pesta Blogger+ 2010. Sudah banyak sekali yang membahas cerita dibalik perhelatan akbar milik blogger Indonesia yang katanya adalah salah satu acara kopdar blogger terbesar di dunia. Waw! ^:)^ Kenapa disebut Pesta Blogger Plus, juga sudah banyak yang menjelaskannya. Iya, Kopdar akbar para blogger tahun ini memang tidak hanya diperuntukkan bagi blogger saja, tapi juga mengajak pengguna mikroblog. Such as? Ah itu juga sudah jelas. Twitter, Koprol, dan kawan2nya. :-)

Daku juga lagi nggak pengen berpanjang-panjang ria disini, menuliskan hujatan atau sanjungan buat acaranya. Yang jelas, thanks to mba’ Rara dan panitia lain serta EO yang ada dibelakang layar yang sudah memeras tenaga, waktu, dan pikiran untuk menyelenggarakan acara besar ini. Mengumpulkan orang sebanyak ini tidak mudah lho, yha.. ;)) Apalagi meng-handle semua pekerjaan yang ada. Wawh! Such a GOOD WORK! ^:)^

Terima kasih juga buat mba’ Chic yang udah menyediakan tempat tinggal sehari-semalam, juga buat mba Dita Firdiana :-* :-* :-* Seneng bisa ketemu mba’ Omith, mba’ Dilla yang lagi hamil :-* , mbak Wiwiek>:D< Seneng karena bisa ketemu Buncis lagih!! :)) Seneng banget akhirnya ketemu Rahmi a.k.a Aianamie.. >:D< ketemu Imam, Dimas, Billy, Zia, dan temen2 Kopdar Jakarta lainnya yang susah aku sebutin satu-satu disini. Bukan karena tempatnya kurang *alesan* tapi karena LUPA NAMA. =)) Yah, gitu deh :"> :">

 

Sampai jumpa tahun depan di Pesta Blogger 2011

 

Akankah PLUS lagi? :d :s :-?

EyeOS : CloudComputing OS Based on Browser

Konsep cloud computing atau komputasi awan sudah lama beredar, namun implementasinya baru sedikit demi sedikit muncul dimana-mana. Apa sih cloud computing itu? Yuk, kita coba sistem operasinya…

Konsep cloud computing atau komputasi awan sudah lama beredar, namun implementasinya baru sedikit demi sedikit muncul dimana-mana. Apa sih cloud computing itu? Saya sudah pernah sedikit menjelaskannya di tulisan ini dan tulisan ini. Silahkan dibuka kembali :-) Nah, kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang sistem operasi cloud computing ini.

Dimulai dengan kebutuhan mobilitas manusia yang semakin hari semakin besar, namun diiringi dengan perangkat yang belum memadai untuk itu. Menggunakan handphone yang berkelas smartphone dan bisa multitasking, kadang terhalang dengan besarnya storage dan kemampuan yang kurang memadai. Belum lagi ditambah jika harus mempelajari sistem operasinya terlebih dahulu. Android? iOS? BB OS? Aduh, banyak bener! Bisa di-costumize alias dirangkai sesuka hati sesuai kebutuhan sendiri, nggak? Kan kebanyakan enggak. Nah, untuk itulah hadir sistem operasi terbuka berbasis komputasi awan ini, eyeOS.

Tagline nya sih “Your Files, Your Applications, Your LIFE” Maksudnya adalah, penggunanya bisa mengakses file milik mereka DIMANAPUN tanpa harus menenteng-nenteng komputer miliknya. Ketika sedang berada di Bandung, dan yang ada hanya komputer milik sahabat, pakai saja. Atau sedang berlibur bersama keluarga diluar pulau, dan yang bawa komputer hanya adik bungsu, sedangkan file yang dibutuhkan tidak ada disana, cukup gunakan sistem operasi ini. Toh, desktop yang ada ya milik kita. Fila yang ada didalamnya ya milik kita. Bahkan aplikasi nya ya aplikasi yang sudah kita install sesuai kebutuhan kita sendiri. Semudah itu? Ya.

Sistem operasi ini hanya membutuhkan komputer, koneksi internet, dan web-browser. Tidak membutuhkan memori internal yang besar, storage yang besar, atau kartu grafis kelas hiu. Yang perlu hanya koneksi internet dewa. :)) Bagaimana cara instalasinya? Mudah sekali. EyeOS menyarankan supaya anda menggunakan Linux sebagai lingkungan bebas-pakai untuk OS ini. Kenapa Linux? Supaya lebih mudah konfigurasinya. Toh memang OS ini adalah hasil pengembangan open-source. Nah, kembali ke instalasi. Di lingkungan Linux, anda pun hanya harus memiliki Apache dan PHP5 yang terisnstal didalamnya.

Proses instalasi lebih lanjut, bisa didownload dari e-book milik teman saya, Eligio Moniz Do Rego. Saat menulis ini pun saya sedang menjalankan proses instalasi. Mudah sekali! Seperti menginstal CMS di localhost. Dan tambahan lagi, sebaiknya anda memiliki akses SSH Tunnel dan akses admin untuk melakukan semua proses ini. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, silahkan layangkan pertanyaan anda ke e-mail saya ataupun Eligio. Terima kasih dan selamat mencoba! ;-)

Internet Sehat Untuk Adik

Jaman sekarang, Internet mulai mengalami perubahan makna. Jika ingin mencari konten pornografi, Internet lah tempatnya. Apa demikian itu seharusnya? Yuk, ajarkan pada adik-adik penerus bangsa, bagaimana cara ber-Internet dengan sehat

Setiap hari, berapa jam-kah yang anda gunakan untuk mengakses Internet? Menggunakan apa? PC, notebook, atau handphone dengan GPRS/3G? Situs apa yang biasa anda akses jika sedang berInternet? Itu rasanya pertanyaan-pertanyaan standar yang ada dalam kuesioner-kuesioner baik online ataupun offline tentang Internet, ya. Dan terkadang, pertanyaan seperti itu sudah bisa kita jawab dan hapal diluar kepala. Tapi, pernah terpikir nggak, bahwa jawaban yang anda berikan nantinya akan membentuk pola perilaku tersendiri?

Saya pribadi, mengakses Internet minimal 10 jam dalam sehari. Via notebook ataupun handphone saya. Dan yang saya buka biasanya aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan Internet, misalnya social media, atau portal-portal berita online. Disamping itu, ada beberapa macam aplikasi yang saya gunakan untuk membantu pekerjaan saya. Dan aplikasi tersebut memang terhubung dengan Internet. Tidak hanya saya, tentu saja. Orang-orang diluar sana, ternyata juga banyak yang demikian. Dan kini, saya bahkan bisa mengatakan “Ibu saya saja bisa menggunakan Internet di handphone-nya” Karena begitu mudahnya menggunakan atau mengakses Internet dimanapun kita berada.

Tapi pola yang demikian ini kemudian terjadi pada adik-adik saya yang masih kecil. Notabene, adik-adik saya berumur dibawah 17 tahun, yang mana mereka tidak tahu apapun hukumnya yang berkaitan dengan Internet. Tapi sebetulnya setiap hari mereka bersentuhan dengan hukum-hukum tersebut. Misalnya begini,

Facebook

Siapa sih yang hari gini nggak punya akun Facebook? Bahkan saya saja punya dua akun Facebook dan dua Facebook Pages yang saya kelola bersama seorang teman. Nah, adik saya pun demikian. Punya akun Facebook, yang mana bahkan saya tidak mengajarinya bagaimana cara membuatnya. Karena begitu mudahnya membuat dan mengelola akun tersebut, ia dengan begitu saja mudah membuatnya, cukup dengan koneksi internet dan komputer dirumah. Isinya? Ohh, cukup informatif. Tidak mengandung SARA, apalagi konten pornografi. Padahal, adik saya sama sekali tidak membaca bahkan ia tidak mengerti peraturan-peraturan yang diberikan oleh Facebook terhadap penggunanya. Temannya? Oh, ya Tuhan! Semakin hari bertambah entah berapa puluh. Sekarang saja entah sudah berapa disana. Dan apakah itu dia kenal semua atau tidak.

Fasilitas Facebook Chat dan Apps didalamnya membuat adik semakin tidak bisa dikontrol. Kan enak, tidak perlu instal sendiri aplikasi untuk itu di komputernya, ia sudah bisa “bersenang-senang” disana. Tapi, kemudian marak kasus penculikan anak dibawah umur karena Facebook. Apakah itu salah Facebbok? Ataukah salah si anak yang mengaksesnya? Ngga ada yang salah atau benar disini. Ini karena kurangnya pemahaman dan pola pikir saja.

Twitter

Ranah kicau ini begitu ramai sekarang. Siapapun bisa dengan mudah membuat akun didalamnya, dan kemudian berinteraksi dengan orang lain. Follow sana sini, nggak jelas siapa saja yang di follow. ReTweet sana sini, yang penting aktif. Follower banyak adalah ukuran seberapa terkenal dirinya. Kadang-kadang udah nggak bisa lagi dibedakan mana Reply, mana ReTweet. Dua-duanya dipakai. Padahal fungsinya berbeda. Wah, kacau! Belum lagi, sekarang terjadi begitu penyimpangan. banyak yang menganggap ranah social media adalah lahan pribadi. “Sesuka-suka aku lah mau ngapain disini. Mau teriak, mau ngomel, mau maki-maki.” Yaa, semacam itulah yang biasanya mereka pahami. Jika anda mau mencari, di Twitter pun bahkan banyak sekali yang menggunakan kata-kata kasar dan tidak senonoh untuk mengungkapkan apa yang ada dalam kepala mereka. Bahkan kata-kata kotor dan rusak seperti itu diucapkan begitu mudah, seperti tidak ada maknanya lagi. Memprihatinkan.

Mengapa demikian?


Anak-anak remaja generasi sekarang tidak melalui budaya MEMBACA yang panjang. Mereka langsung dihadapkan pada budaya Internet. Padahal, budaya membaca itu sangat penting. Dari membaca, seseorang bisa tahu apa yang ada dihadapannya. Ia bisa mengambil kesimpulan yang positif dari membaca. Dan dari membaca pula, ia bisa memahami suatu proses dan menelaahnya kemudian menjadikan apa yang ia baca itu lebih baik ditangannya. Seharusnya seperti itu. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Orang tua pun tidak bisa 100% mengontrol apa yang anak-anak mereka lakukan. Apa yang anak-anak mereka baca, mainkan, dan dapatkan dari Internet.

Padahal, anak-anak adalah plagiator yang baik. Mereka meniru -kadang dengan mentah-mentah ditiru tanpa filter- apa saja yang ada di sekelilingnya. Tanpa penyaring, tanpa memilah-milah, tentu saja karena sebagian dari mereka belum tahu mana yang baik mana yang buruk untuk mereka. Lalu apa yang bisa mereka (orang tua) lakukan untuk mengendalikan anaknya dari hal-hal “jahat” di Internet?

Internet sebagai Media Belajar

Tidak bijaksana jika orang tua memutus koneksi Internet dirumah hanya untuk menjaga anaknya dari hal-hal yang mereka takutkan akan terjadi. Justru, semakin dilarang, biasanya anak-anak semakin memberontak. Apalagi, usia remaja adalah usia dimana seseorang memiliki rasa ingin tahu yang teramat besar. Setelah ingin tahu, dan mencari tahu, mereka ingin mencoba. Proses tersebut sangat normal dan alamiah. Yang tidak alamiah dan normal adalah jika kita sebagai generasi yang lebih dewasa melarang mereka dalam proses tersebut.

Di Internet, pertukaran data terjadi setiap detiknya. Tidak pernah berhenti. Informasi apapun bisa kita cari disana. Dan siapapun punya hak untuk mengakses informasi didalamnya. Dari Internet pun, kita sebagai generasi muda bisa belajar begitu banyak hal yang tidak bisa didapat lewat lembaga pendidikan formal seperti sekolah atau kuliah. Dan media belajar di Internet bahkan mengalahkan media-media lainnya. Kebiasaan membeli buku berkurang, karena dengan adanya Internetpun bisa mencukupi. Dan saya sangat setuju jika media Internet ini dijadikan media utama belajar anak, dengan cara-cara yang tepat guna dan sasaran.

Lalu, Harus Bagaimana?


Be wise! Kita tidak bisa menutup mata terhadap perubahan jaman dan pola pikir serta tingkah laku yang dipengaruhi oleh Internet. Itu sisi buruknya. Sisi baiknya? Hidup menjadi lebih mudah dibanding harus melakukannya dengan cara lama. Tapi kita sebagai orang dewasa harus menjadi filter buat generasi penerus kita. Jangan larang mereka untuk berinovasi. Tapi bagaimana dengan efek buruk yang menghantui? Mungkin kita bisa sedikit bersikap menjaga tapi tidak mengatur dengan semena-mena. Hal yang saya lakukan terhadap adik-adik, adalah :

  • Tidak berkata Jangan, Dilarang, atau sejenisnya. Percuma, mereka akan memberontak. Atau minimal mengendap-endap dibelakang saya, kan? Saya mengajarkan kepada mereka bahwa Internet adalah tempat dimana kita bisa mencari apapun yang kita inginkan, sekalipun itu kurang/tidak baik. Tapi, ada batasan-batasan dimana mereka boleh dan tidak boleh mengaksesnya, yaitu norma agama dan susila. :-)
  • Budaya. Itu yang penting. Bagaimana membudayakan mereka untuk membaca dan memahami setiap kata dan apa manfaat yang bisa mereka ambil dari sana untuk mereka ambil dan menjadikan hal tersebut lebih bermanfaat lagi. Biasakan mereka untuk berkomunikasi dengan baik melalui Internet. Apa yang sudah mereka buka disana, dan apa yang sudah mereka lakukan setelah itu untuk memanfaatkan informasi yang sudah didapatkannya. Lama-lama mereka akan terbiasa untuk terbuka.
  • Pasang firewall. Ini untuk berjaga-jaga supaya mereka tidak membuka situs-situs yang tidak dikehendaki. Ada begitu banyak program firewall yang bisa digunakan secara gratis, terbuka dan bebas digunakan serta dikembangkan, koq.
  • Disiplin. Ajari mereka untuk mengatur waktu antara belajar, bermain, istirahat, makan, dan kegiatan lain. Sehingga mereka tidak melulu ada di depan komputer dan melalaikan kewajibannya yang lain. Dengan begitu, kita bisa mengontrol seberapa banyak mereka mengakses informasi dari Internet. Dan tanpa melalaikan tanggung jawab mereka.
  • Ajari mereka untuk berfikir dan memahami, bahwa apa yang ada di Internet tidak semuanya bisa di-adopsi begitu saja. Ada yang harus dipilih-pilih lebih dulu sebelum memutuskan. Jika kamu meng-klik situs ini, akan begini akibatnya. Jika kamu terlalu lama bermain Facebook, kamu akan begini. Bukan menakut-nakuti mereka. Komunikasi yang baik tentu tidak akan membuat mereka salah menangkap maksud koq.
  • Pemblokiran situs saja terkadang bukan jalan yang baik. Lebih seringnya malah tidak efektif. Yang paling efektif adalah tindakan pencegahan dari diri sendiri. Ajarkan kepada mereka nilai-nilai agama dan kemanusiaan sejak mereka masih kecil. Dengan demikian, mereka punya bekal hingga mereka dewasa. Dan dari situ pula mereka akan punya perisai buat dirinya sendiri.

Kemudian…

Internet bukanlah tempat yang menakutkan buat kita jika berhubungan dengan anak-anak. Kita sebagai orang dewasa harusnya bisa memfasilitasi mereka, bukannya melarang dan menutup akses mereka. Budaya yang baik, akan terbawa sampai kapanpun. Pendidikan sejak usia dini harus dilakukan, agar tidak semakin salah kaprah. Carilah terlebih dahulu informasi sebanyak-banyaknya untuk melindungi anak-anak dari bahaya di Internet, sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan, bukan malah melarang mereka hanya karena alasan takut mereka terjerumus.

Sebagai contoh, orang tua saya. Mereka bahkan tidak tahu apa itu Internet. Pendidikan yang mereka tempuh tidak sampai pada taraf tersebut. Dan kini, usia mereka sudah tidak pada waktunya jika harus belajar mengenai seluk-beluk Internet dan mengajari anak-anaknya. Yang akhirnya jadi sasaran adalah saya. Saya lah yang harus menjadi pengganti orang tua saya untuk mengajari adik-adik. Saya juga lah yang sedikit-sedikit menyampaikan informasi tentang Internet kepada orang tua saya. Dan menjadi “jembatan” yang baik itu tidak mudah. Sangat susah. Namun, kontrol dari orang tua saya bisa bekerja dengan baik pada adik-adik. Tanpa harus melarang mereka ber-Internet, tentu saja.

Ayo, tanamkan pada diri sendiri dan generasi penerus kita, bahwa di Internet banyak sekali informasi berharga yang dapat mereka gunakan sebagai bekal, dibanding harus mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi. ;-)