Apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pembaca, pada umumnya? Ternyata, ada bermacam hal yang coba dihindari oleh mereka ketika membaca. Dan ada juga beberapa faktor yang akan membuat mereka mau membacanya, tanpa mempedulikan judul yang tertera. Kira-kira apa saja yaaa… Menulis–tidak hanya menjadi salah satu sumber pendapatan yang tinggi, namun juga menjadi sebuah seni …

Apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pembaca, pada umumnya? Ternyata, ada bermacam hal yang coba dihindari oleh mereka ketika membaca. Dan ada juga beberapa faktor yang akan membuat mereka mau membacanya, tanpa mempedulikan judul yang tertera. Kira-kira apa saja yaaa…
Menulis–tidak hanya menjadi salah satu sumber pendapatan yang tinggi, namun juga menjadi sebuah seni yang harus dibuat mendekati sempurna dengan setiap kata dan kalimat didalamnya. Berikut ini beberapa contoh yang saya ambil dari penulis-penulis besar yang ada :
#1. Hindari Pengulangan Kata
Perhatikan kata yang sudah pernah ditulis didepan, di awal paragraf, dan di akhir kalimat yang terus-terus mengulang hal yang sama, bahkan kalimat yang sama pula. Well, itu akan membuat sebal pembaca, tentu saja.
#2. Gunakan Kata-kata Yang Tepat
Kata-kata diciptakan untuk menyusutkan frase-frase yang ada, sehingga menjadi lebih tepat sasaran dan makna. Nggak perlu berputar-putar hanya untuk menuangkannya kedalam tulisan. Jika terlalu panjang malah annoying.
#3. ‘Anda’ Lebih Penting Daripada ‘Kami’
Kamu adalah penulisnya–namun pembaca akan merasa lebih percaya diri saat membaca tulisanmu jika kamu berada jauuuhh dari tempat itu dan tidak berada diantara mereka. Katakan “website kamu akan kelihatan lebih bagus dengan tambahan plugin ini..” ketimbang kamu berkata “website kita akan kelihatan bagus dengan plugin ini..” Disamping itu, penggunaan kata ANDA lebih sopan.
Katakan pada pembacamu tentang hal-hal yang membuat mereka merasa hidupnya lebih baik dalam banyak hal. Buat mereka merasa penting, karena mereka memang penting! (Beneran deh, anda itu penting!)
#4. Jangan Memerintah, Hanya Menyarankan
Pembacamu tentu saja tidak ingin diperintah. Hei, siapa kamu punya hak untuk memerintah mereka? Daripada mengatakan “Gunakan tools ini” lebih baik berkata “Saya rasa tool ini jauh lebih bermanfaat“. Walaupun kedua frase tersebut merujuk pada penggunaan alat “yang bermanfaat” namun pilihan kedua akan membuat pembaca merasa bahwa alat tersebut benar-benar bermanfaat, dan mungkin kemudian mereka akan menggunakannya.
Setiap orang memiliki ego atau harga diri yang ingin dijaga, dan itu terjadi pula disini. Kalimat yang menyarankan (deklaratif) akan lebih disukai ketimbang kalimat perintah.
#5. Kalimat Bagus, Diingat Lebih Bagus
Buat kata-katamu lebih powerful, sehingga kamu tak perlu mengulang-ulang pengucapannya di kalimat lain. Melakukan hal ini akan membuatmu lulus dari tips no. #1
Kebanyakan orang lebih suka mengutip kalimat dari film, atau dari buku, karena hal ini akan lebih mengena dan tidak mudah dilupakan begitu saja. Simpan baik-baik bahwa kata-kata yang kuat terkadang ditentukan oleh kata atau kalimat sebelumnya, atau sesudahnya.
#6. Buat Pembaca Berimajinasi
Sebaiknya kamu tidak langsung menuliskan keseluruhan ide tulisanmu di paragraf pertama. Tambahkan sedikit nuansa ‘mistis‘. Buat pembaca bertanya-tanya, buat mereka terkesima, dan mereka akan ketagihan lalu menginginkan lagi, lagi dan lagi. Didalam novel, hal ini disebut “page-turner” atau bisa disebut pemicu pembaca untuk membuka halaman selanjutnya sampai akhir. Didalam blog, ini yang membuat pembaca betah untuk menyelesaikan membaca hingga akhir. Mengapa? Karena penasaran
#7. Menggunakan Kata Kiasan
Biasanya ketika seorang penulis menjelaskan suatu hal yang sangat kompleks, ada kekhawatiran bahwa hal tersebut akan membuat pembaca benar-benar bosan. Gunakan bahasa yang bisa menganalogikan kalimat-kalimat rumit agar lebih mudah dipahami. Yang saya sebut sebagai membosankan adalah seperti berusaha memahami arti dari pajak pendapatan yang dijelaskan dengan kalimat rumit, namun sebenarnya bisa dijelaskan dengan kalimat “itu adalah kontribusi yang kamu berikan kepada pemerintah untuk membantu keuangan negara”
#8. Beri Sedikit Sentuhan Humor
Kamu bisa menambahkan sedikit humor dalam tulisanmu untuk sedikit menceriakan subyek yang ada didalamnya dan membuat pembaca merasa dimudahkan olehmu dalam memahami. Tapi hal ini jangan dipakasakan, biarkan ia muncul secara alami saja. Orang berhak tersenyum saat membaca, dan mereka akan menyukaimu karena telah membuat hari kelabu mereka menjadi sedikit ceria karena membaca tulisanmu. Dan juga karena kamu buru-buru membaca ini, maka kamu melupakan tips no. #5 Kan poinnya sama. Nah, sekarang kamu tersenyum kan?
#9. Cobalah Dulu Sebelum Menyarankan
Tidak ada yang mengalahkan pengalaman. Saya tidak akan menyarankan hal-hal yang belum pernah saya lakukan dan buktikan kepada pembaca saya. Saya takut ketika mebaca komentar “!@#$%^&*()_+ saranmu mengacaukan seluruh proses developnya!!!” didalam kotak komentar saya, atau membaca “Itu sih basi banget!” Kredibilitasmu sebagai seorang penulis berada dalam setiap kata, setiap kalimat yang kamu tulis, dan bisa menuai kritik yang banyak darinya. Jadi, sebaiknya kamu berhati-hati dan berbagilah hanya hal-hal yang sudah pernah kamu coba sebelumnya, atau memang sudah kamu pahami dengan benar, sekalipun hanya teorinya saja
#10. Baca Tulisan Orang Lain
Melakukan hal ini tidak hanya membuat pengetahuanmu bertambah tentang hal-hal yang baru saja terjadi, tapi ia juga memberimu ide tentang apa yang ingin orang baca dan apa yang ingon orang hindari. Sebenarnya tidak ada hal seperti “aku tidak mendapatkan apa-apa dari sana” karena kamu baru saja mendapatkannya, dan kamu baru saja belajar bahwa hal tersebut tidak efektif, kan?
#Tip Tambahan : Jika Ada Yang Kurang, Silahkan Ditambahkan
Akhirnya, ketika kamu sudah bisa mengaplikasikan tips-tips diatas sedikit demi sedikit kamu menciptakan gayamu sendiri diantara ribuan dan jutaan pembaca yang ada di world wide web. Mereka akan tahu siapa kamu berdasarkan dari apa yang sudah kamu tulis. Sangat berharga, dan tak ternilai harganya, bukan?