Cloud Computing – part 1

11

Ini sebenernya sih gara2 last-assignment bikin tulisan dari dosen. Trus karena lagi baik hati, makanya aku pengen sharing aja soal ini sama kamu. :-j Atau mungkin ada yang lagi butuh informasi tambahan, kali aja tulisan ini bisa membantu kamu. Walaupun tulisan ini BUKAN versi asli dari tulisan yang saya jadikan tugas akhir Semester Pendek, karena tugas tersebut cukup panjang dan pasti bikin kamu ngantuk, tapi saya rasa ini mungkin akan cukup membantu kamu mendapat wawasan baru soal IT. Okay, let’s start!! (bringit)

***

PROLOGUE

Pernah denger soal technology buzzword gak? Technology buzzword adalah teknologi yang mengedepankan dan memberikan harapan besar buat penemuan serta pengembangan-pengembangan baru di dunia IT. Dan sekarang ini, Cloud Computing  masih dianggap sebagai technology buzzword, dan  ia akan menghadapi masa dimana ekspektasi dari kegunaan teknologi tersebut masih terlalu dibesar-besarkan, sebagai dampak pemasaran yang dilakukan dengan berlebihan. Tetapi setelah melewati masa ini dimana sudah ada banyak orang yang mulai menggunakannya, secara teoretis mulai muncul banyak keluhan, efek dari implementasi yang tidak sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh produsen.

 

Cloud Computing Kitchen Sink

Cloud Computing Kitchen Sink

 

 

Gambar tersebut saya ambil dari laporan Gartner tahun lalu yang berjudul Gartner’s Hype Cycle Special Report for 2008, dalam kategori emerging technologies, dikatakan bahwa Cloud Computing akan mencapai kematangannya dalam waktu 2 – 5 tahun kedepan. Waww, untuk sebuah teknologi seperti ini, ternyata membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkannya ya? (applause)

 Dalam laporan Gartner juga disebutkan begini :

Cloud computing — As companies seek to consume their IT services in the most cost-effective way, interest is growing in drawing a broad range of services (for example, computational power, storage and business applications) from the ‘cloud,’ rather than from on-promises equipment. Many tipes of technology providers are aligning themselves with this trend, with the result that confusion and hype will continue for at least another year before distinct submarkets and market leaders emerge.

Berdasarkan kalimat diatas, saya bisa menjabarkan makna dari Cloud Computing sebagai berikut :

  1. Perusahaan tidak perlu membeli peralatan serta lisensi produk pendukung peralatan tersebut. Perusahaan yang bersangkutan cukup menghubungi perusahaan penyedia jasa cloud computing, memesan aplikasi apa saja yang akan dipakai, mendaftarkan user mana saja yang diberi akses masuk ke system perusahaan, menandatangani beberapa kontrak, dan VOILA! Aplikasi sudah dapat dipakai oleh user dengan mengakses internet melalui browser yang telah ditetapkan keesokan harinya.
  2. Sayangnya, saat ini masih banyak vendor yang ‘belum nyambung’ dengan konsep teknologi ini. Jadi masih butuh waktu yang lama untuk bisa melakukan penyesuaian penawaran teknologi dengan harapan pasar.

Sesuai dengan laporan Gartner, cloud computing memasuki masa “peak of inflated expectations” yaitu masa dimana para penyedia solusi sedang gencar-gencarnya melakukan promosi, Tapi, pasar pun masih berhati-hati untuk mengadopsi solusi tersebut karena belum adanya penerapan yang nyata, juga karena masih banyak keraguan yang muncul.


CLOUD COMPUTING

Nggak memungkiri sisi masih banyaknya masalah adopsi teknologi di pasar dikarenakan belum adanya kesiapan total dari teknologi ini, cloud computing tetap memberikan janji-janji yang menggiurkan buat perusahaan terutama bagi para direktur-direktur keuangan.

Jika ditilik dari kasus kepemilikan teknologi, perusahaan dan pelaku bisnis sebenarnya memiliki dua (2) opsi, yaitu memiliki teknologi atau menyewa teknologi. Sekian banyak perusahaan asing di Indonesia memilih untuk menyewa teknologi disbanding membelinya. Karena dengan menyewa, pengeluaran perusahaan menjadi tetap dan bisa diperkirakan hingga jangka waktu yang panjang. Kemudahan inilah yang jadi alasan kenapa lebih enak menyewa disbanding membeli. Karena jika membeli, akan mengeluarkan biaya-biaya tidak tetap yang lain untuk menunjang reliabilitas dari teknologi itu sendiri. Yang mana artinya, akan lebih banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan.

Menyewa akan menimbulkan biaya yang disebut OpEx – Operasional Expenditure, yang sifatnya rutin dan cenderung tetap. Membeli akan menimbulkan CapEx – Capital Expenditure, yang sifatnya hanya sekali pada saat membeli, namun disertai dengan biaya-biaya lain seperti pemeliharaan maupun biaya depresiasi capital.

Dengan konsep yang sama, cloud computing juga mulai mendapat perhatian. Dilihat dari biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dalam pengadaan solusi ini, cloud computing sangat condong kepada model biaya OpEx, karena :

  1. Perusahaan pengadopsi teknologi ini tidak perlu membeli peralatan / hardware
  2. Perusahaan juga tidak perlu membeli lisensi / software
  3. Ekstrimnya, perusahaan tersebut juga tidak perlu memiliki departemen IT yang bertugas untuk memonitor server, storage, jaringan, dan aplikasi bisnis.

Sebuah perusahaan yang ingin mengadopsi teknologi ini tinggal datang ke sebuah provider solusi berbasis cloud computing, lapor berapa jumlah user, mengukur kapasitas kebutuhan, menyesuaikan kebutuhan bisnis mulai dari sisi requirements maupun kualitas produk pelayanan (yang mungkin terdiri atas paket2 tertentu), tanda tangan kontrak, dan jadilah solusi kebutuhan ini dapat ditangani, tanpa harus memiliki serta mengelola data center sendiri. Gambar dibawah ini mmperlihatkan secara jelas konsep-konsep biaya tersebut.

 

Gartner's Emerging Technologies Hype Cycles

Gb. 2 - Gartner's Emerging Technologies Hype Cycles

 

 

Berdasar dari beberapa sumber tulisan, cloud computing secara sederhana didefinisikan :

Cloud computing is a style of computing in which dynamically scalable and often virtualized resources are provided as a service over the internet. Users need not have knowledge of, expertise in, or control over the technology infrastructure in the cloud that supports them.

Technically, konsep ini menggabungkan semua istilah teknologi yang mucul selama periode waktu 2007 hingga 2009, misalnya :

  1. Infrastructure as a Service (IaaS) à konsep tertua dimana pengimplementasiannya banyak dilakukan mulai dari penggunaan atau penyewaan jaringan untuk akses Internet, layanan Disaster Recovery Center, dsb.
  2. Platform as a Service (PaaS) à konsepnya hampir serupa dengan IaaS. Namun Platform disini adalah penggunaan operating system dan infrastruktur pendukungnya. Yang cukup terkenal adalah layanan dari situs Force.Com serta layanan dari para vendor server.
  3. Software as a Service (SaaS) à berada satu tingkat diatas PaaS dan IaaS, dimana disini yang ditawarkan adalah software atau suatu aplikasi bisnis tertentu. Contoh yang paling mutakhir adalah SalesForce.Com, Service-Now.Com, Google Apps, dsb.

Pada umumnya, cloud computing adalah bentuk paling mutakhir dari 3 konsep teknologi diatas. Karena semua layanan TI berbasis cloud computing biasanya adalah kayanan aplikasi bisnis online dimana user dapat mengaksesnya via web-browser, sementara data, server, dan storage berada di tempat penyedia layanan. 

 

(tasser)  **bersambung** (muhaha) 

11 komentar

  1. joe_rock says:

    cloud com pusing..
    aku pusing bacanya..
    hee… gudluck ya.. buat ini.. (rock)

    [Balas]

  2. Satrio says:

    mata berkunang2 liat postingan ocha…

    [Balas]

  3. sapi_liar says:

    op ki ????

    ak gag mudeng ???? (sleeping)

    [Balas]

  4. lowo says:

    tulisan yg sungguh menakjubkan sekaligus mengerikan…

    *mumet*

    [Balas]

  5. Raffaell says:

    Itu kan udah di translet juga di sini:
    http://teknoinfo.web.id/teknologi-cloud-computing/
    nyape nyapein aja

    [Balas]

  6. neng oCHa says:

    rafaelllllll!! (idiot) kan ocha nggak tauuuu!! lagian, situ nyadur dari PCWorld kan?? (hassle)

    [Balas]

  7. poYoooo says:

    jadi intinya ap yah ,mbak could computing itu???
    dah saya baca,,
    pi blm ngerti juga,,,
    mungkin ada penjelasan yg lebih konkrit lagiiii gitu,,,
    makasih sebelumnya (bye)

    [Balas]

  8. wibisono says:

    wow ulasan komplit mengenai cloud computing.. thanks atas infonya.. trend dan generasi kedepan bakalan beralih ke cloud computing.. praktis dan dapat menurunkan cost perusahaan.. yang jadi masalah kalo koneksi internet di indonesia seperti ini apakah sudah bisa diterapkan?? jangan2 nanti malah menurunkan produktivitas.. wkwkwk..
    .-= Postingnya si wibisono blog ..Open Source =-.

    [Balas]

  9. hanny says:

    omigod, this is the greatest article on cloud computing I’ve read so far, berasa baca chicklit for geek :D mwah mwah!

    [Balas]

  10. ashari says:

    Apa punya referensi ga ya.. pakar di UNDIP yg bisa menjadi narasumber seminar masalah Cloud Computing.. Tks.

    [Balas]

Beri komentar

:1up: :alert: :ban: :beer: :borg: :coffee: :cuckoo: :cuss: :finger: :goombah: :stupid: :megaman: :mad: :pity: :noshake: :oogle: :pacman: :pill: :poison: :poop: :rant: :satansmoking: :shake: :shiftyeyes: :shroom: :sick: :smirk: :spammer: :stfu: :thumbdown: :thumbup: :turtle: :what: :whatever:

© 2009 This Is Me, not You. All rights reserved.
Proudly designed by MapplePop, Inc.