The year is 2018.
Judgement Day has come and gone,
Leveling modern civilization.
An army of Terminators roams the post-apocalyptic landscape,
killing or collecting humans where they hide in the desolate cities.
But small groups of survivors have organized into a Resistance,
hiding in underground bunkers and striking
when they can against an enemy,
force that vastly outnumbers them.

Spoiler?? (thinking) Terserah deh kamu mo bilang apa. Tapi kemarin (28 Mei 2009) aku habis nonton film ini di E-Plaza Semarang. Eh, eh, koq tumbenan ya bioskop di Semarang ini bisa uptodate. Walaupun agak telat seminggu dari jadwal tayang worldwide nya yang 21 Mei 2009 itu. Padahal, mo nonton Wolverine atau Angel & Demons aja ngga bisa. Twilight aja telat pake banget. Wolverine? Jangan tanya! (annoyed) Makanya kemarin pas ada ajakan dari didut buat nonton Terminator Salvation, aku langsung iyain aja. See, aku emang bukan pencinta film dan cast-nya. Tapi aku selalu suka film yang berbau sci-fi dan `mikir` gitu. Gaya banget deh ya! (funkydance) Okay, let’s get done with this one!
Sekuel film yang dimulai tahun 80-an ini masih mengusung sambungan cerita dari sekuel sebelumnya, yaitu Terminator – Rise of The Machine yang masih dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger, Nick Stahl, dan Claire Danes. Namun, di sekuel kali ini semua cast-nya bukan melanjutkan cast lama, melainkan renewal dari generasi sebelumnya. Ah, bahasanya sulit. Bilang aja pemainnya diganti semua! (annoyed) Hehehe, emang iya sih! Secara, Rise of The Machines itu kan udah 6 tahun yang lalu. (ninja) Let’s say kali ini ada :
- Christian Bale as John Connor
- Sam Worthington as Marcus Wright a.k.a Robot Penyusup
- Anton Yelchin as Kyle Reese (ayahnya John Connor)
- Bryce Dallas Howard as Kate Connor
- Moon Bloodgood as Blair Williams
- Helena Bonham Carter as Dr. Serena Kogan, and the youngest is
- Jadagrace Berry as Star
Christian Bale sendiri, as we know, sebelumnya main di sekuel film Batman, yaitu The Dark Knight sebagai Bruce Wayne. Dan di film ini, ia memang pantas memerankan cast sebagai John Connor. Dalam film kali ini, John Connor masih memimpin The Resistance untuk menghancurkan Skynet. The Resistance sendiri merupakan kumpulan orang-orang yang berperang melawan robot2 terminator ciptaan Skynet. (doh) Aku koq malah nge-review aktornya sih?? Yeah, I know. Christian Bale is charming, really. Owh, okay I will I will. I will not examine whole of the film. I just wanna make some spoiler so you want to watch this movie on the bigscreen (haha)

Film ini dimulai dari kehadiran Marcus Wright, seorang yang tidak dikenal, kira-kira 14 tahun sebelumnya. Ia melakukan suatu kesalahan yang menyebabkan dirinya harus dihukum mati. Dan dengan suatu penawaran dari Dr. Serena Kogan, ia akan dibuat ‘pura2 mati’ dan diberi kesempatan kedua untuk melanjutkan hidupnya. Dan kemudian, hari eksekusi pun tiba. Marcus pun dieksekusi, mati. :alien:

14 tahun kemudian setelah ledakan nuklir yang mengakhiri trilogi Terminator, John Connor kembali muncul untuk memimpin The Resistance. Tetapi dibalik itu semua, ternyata Skynet yang penelitiannya dipimpin oleh Dr. Serena Kogan itu punya rencana yang jauh lebih besar untuk (hanya untuk, sebenarnya) memata-matai Kyle Reese dan John Connor. Oh, yeah… This is the story of the becoming of John Connor, the becoming of Kyle Reese, the strengthening of Skynet, and where our humanity ultimately lies. This is the moment when mankind takes a stand against the machines.

Marcus Wright yang akhirnya bisa keluar dari penjara setelah ‘kematiannya’ itu, berusaha untuk bertemu dengan Dr. Serena Kogan di markas Skynet. Di perjalanan, ia bertemu dengan Kyle Reese dan Star, yang sama2 anggota The Resistance. Hanya mereka berdua yang berusaha dan masih bertahan hidup di Los Angeles yang bagaikan gurun tak bertanam itu. Nggak bisa dibayangkan, deh! Dan hari2 mencekam pun coba dijalani Marcus, bersama 2 orang asing itu. Kebersamaan mereka bertiga berakhir ketika Kyle Reese dan Star disandera oleh Terminator HK. (woot) Dan setelah kejadian itu, Marcus semakin berusaha untuk bisa bertemu Serena Kogan.

Di perjalanan, Marcus bertemu seorang wanita bernama Blair, yang juga anggota The Resistance. Bersama Blair, akhirnya Marcus ikut untuk pergi ke markas The Resistance dan bertemu dengan John Connor untuk kemudian bersama-sama menghancurkan Skynet. Saat itu, Marcus benar-benar tidak menyadari apapun yang pernah terjadi dalam hidupnya. Ia hanya tahu bahwa ia terkurung amat sangat lama di penjara bawah tanah itu. Dan ketika melintasi ladang granat magnetik yang menutupi jalan menuju markas, ada beberapa granat yang mulai aktif karena Marcus dan Blair melewatinya. Dan ada satu yang kemudian meledak di bawah kaki mereka. (bigeyes)
Ya, granat magnetik itu meledak dan hampir saja menghancurkan Blair dan Marcus.Marcus pun dibawa Blair masuk ke markas dan diperiksa. Normalnya, orang yang menginjak granat akan mati atau setidaknya ada bagian tubuhnya yang terpotong karena ledakan granat itu ya? Tapi tidak dengan Marcus. Kenapa? Ya, karena ia juga salah satu terminator. (doh) Tapi teknologi yang dibuat Skynet kali ini benar2 bagus. Terminator buatan mereka kali ini berjenis penyusup, hanya satu dari jenisnya. Unik? Ya, sangat unik. Karena menggunakan tubuh manusia tetapi dibawah lapisan kulitnya terdapat sistem robotik dan sensor2 yang terhubung ke jaringan Skynet. (hassle)


Setelah menyusup ke markas Skynet, Marcus pun akhirnya menyadari bahwa ia adalah seorang terminator. Karena ia memiliki akses yang begitu mudahnya waktu ia melewati penjagaan yang sedemikian banyak. Didalam, ia pun bertemu Serena Kogan, sang doktor yang sudah menciptakan ah tidak, mengubahnya jadi terminator seperti ini. Percakapan via teknologi itu terjadi dan akhirnya Marcus pun benar-benar menyadari siapa sebenarnya dia. Terminator kah ia? Bukan, ia manusia. Dan ia akan selalu jadi manusia seumur hidupnya.
“One of the joys of this film is you get to see all the machines in the lexicon of Skynet. It’s just like a contemporary military: you’ve got machines in the water, in the ground, in the sky… It was an amazing adventure just looking at the different Terminators of this world because you want to see the success and failure of everything Skynet tried on their way to the T-800, their most proficient killing machine,” kata McG – sutradara film ini.
Semua yang terjadi ini sebenarnya berasal dari manusia sendiri yang menciptakan teknologi yang sedemikian dahsyat dan sampai mampu membuat software yang punya sistem sekuriti amat tinggi sampai bisa menguasai dan mengendalikan komputasi modern yang terhubung melalui internet.



(woot) Jiannnn…. komplit tenan repiune..
[Balas]
Haduuuh pokoknya kalo A’a Bale yang maen pasti liat daah … (mmm)
[Balas]
Wah seru nich kayanya filmnya
[Balas]
ocha… sebenernya aku ga suka ending ceritanya keliatan sengaja di panjang panjangin, padahal marcus itu adalah terminator khusus yang dibuat untuk infiltrate, secara dia bisa ngendaliin semua komponen skynet, bisa baca data skynet dan lainya, eh malah ngasih jantung nya ke john connor, kampred lah… (angry)
[Balas]
pelemya keren yaaa! daku sukaaaa (banana_rock)
[Balas]
(lmao) kamu jengkel lihat endingnya yang ngasih nggantung itu yah?? kalo aq jengkel pas dibilang, masih ada Global Skynet…jiruuuutt!! (idiot)
[Balas]
wah bukan arnold lage yak yang maen… masih ngefans arnold waktu maen terminator.
[Balas]
edun lengkap tenan!!
[Balas]
Ehmmmm agak nyambung kalau di hubung2kan dengan terminator sebelumnya. Kenapa si Arnold S (T800 Machine) malah menjadi antagonis????
[Balas]
ahahah… komplit bener reviewnyah !! (angry)
*jadi males nonton* (woot)
[Balas]
rugi kalo gak nonttoooooonnnn (idiot)
[Balas]
baca ini mah udah ga usa nonton lagi kale (angry)
bohong we mo nonton deh kyknya seru sih (girlkiss)
[Balas]
(lmao) q rag dijak nonton ig mbak?
[Balas]
hasyah…mosok yo ngajak kamu? kan kita lum kenal
[Balas]
Wah aku blm liat terminator, hehe.
[Balas]
wah,reviewnya keren sangad,hehe… (goodluck)
wah.. malah blm sempet nonton,hohoo… sip2x
[Balas]